Mineral

Wujudkan Komitmen Kelestarian Lingkungan, Smelter PTFI Terapkan Zero Waste

332
×

Wujudkan Komitmen Kelestarian Lingkungan, Smelter PTFI Terapkan Zero Waste

Share this article

Kabarenergi.com, JAKARTA. PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan bahwa setiap proyek pembangunan yang dilakukan oleh perusahaan ini selalu memperhatikan aspek Keselamatan dan Lingkungan (Safety dan Environment). Salah satu contohnya adalah penerapan prinsip Zero Waste dalam operasi fasilitas pemurnian di Smelter PTFI, yang terletak di Gresik, Jawa Timur.

Dalam sebuah workshop bertajuk “Industri Hijau, dari Gresik untuk Indonesia” yang diadakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Jakarta pada hari Senin (19/2/2024) kemarin, Harry Pancasakti, VP Government Relation and Smelter Technical Support PTFI, menyatakan, “PTFI dalam setiap perencanaan dan pengembangan proyek-selain pertimbangan faktor teknologi, operabilitas, dan ekonomi- juga selalu memasukkan pertimbangan faktor Keselamatan dan Lingkungan.”

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Menurut Harry, Zero Waste berarti bahwa semua limbah yang dihasilkan oleh Smelter PTFI akan dimanfaatkan secara optimal, sehingga selain produk utama smelter, akan ada juga produk samping dari pengolahan limbah yang dapat diserap dan dimanfaatkan. Smelter PTFI merupakan pabrik pemurnian yang mengubah konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga, yang kemudian menjadi bahan baku untuk berbagai industri hilir seperti kabel, elektronik, dan listrik.

Selain katoda tembaga, Smelter PTFI menghasilkan berbagai produk lainnya seperti emas, perak murni, Platinum Group Metals (PGM) seperti platinum dan paladium, selenium, bismut, dan timbal, serta produk samping hasil pengolahan limbah seperti asam sulfat, terak tembaga, dan gipsum. “Limbah ini kami mitigasi supaya bukan hanya tidak mencemari lingkungan, tapi juga bisa bernilai ekonomi,” kata Harry.

Harry menjelaskan bahwa melalui penerapan Zero Waste, tidak ada lagi limbah yang dihasilkan karena semua produk utama dan produk sampingnya akan terserap dan dimanfaatkan. “Seperti Copper Slag atau Terak Tembaga dan gipsum akan diserap oleh pabrik semen, asam sulfat akan diserap pabrik pupuk, dan timbal akan diserap oleh pabrik baterai,” tambahnya.

Read  Tambang Nikel Avebury di Tasmania, Australia, Kembali Ditutup Setelah 17 Bulan Beroperasi

Selain mengelola limbah hasil pemurnian tembaga, Smelter PTFI juga menunjukkan komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan usaha lokal di Gresik melalui berbagai program, salah satunya adalah pembangunan fasilitas pengolahan sampah daur ulang bernama Pusat Transformasi Bersama (PTB). Ini merupakan hasil kerja sama antara PTFI dengan Yayasan Takmir Masjid Jami Manyar (YATAMAM) dan PT Raya Manyar Persada (RMP). “Limbah kayu dan besi dari proses pembangunan smelter PTFI, diolah PTB menjadi barang jadi seperti meja dan kursi yang didistribusikan dan dialokasikan untuk anak-anak yatim dan program pengembangan masyarakat sekitar Desa Manyar, tempat smelter PTFI berada,” kata Harry.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Ahmad Nurhamim, berharap bahwa keberadaan Smelter PTFI akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, baik dalam pengelolaan limbah maupun dalam mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran di daerah tersebut. “Kami berharap keberadaan Smelter PTFI di Gresik dapat membantu memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh daerah (Gresik),” katanya.

Sementara itu, Saifudin Anam, salah satu peserta workshop yang juga merupakan wartawan anggota PWI Gresik, mengapresiasi Smelter PTFI atas penyerapan tenaga kerja lokal di lingkungan tempat tinggalnya. “Saya tinggal di salah satu desa yang dekat dengan Smelter PTFI. Saya mengapresiasi Smelter PTFI untuk penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Gresik. Sekarang saya tidak memiliki teman dan tetangga untuk ngopi sore karena semuanya sudah bekerja di Smelter PTFI,” ujarnya.

Pembangunan Smelter PTFI merupakan bagian dari mandat Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI, dan smelter ini berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Ini merupakan smelter kedua yang dibangun oleh PTFI, dengan investasi hingga 3,1 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 48 triliun per akhir Desember 2023. Smelter tembaga dengan desain Single Line terbesar di dunia ini nantinya mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun. (ros)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News