HeadlineNews

Kemensos Diminta Tinggalkan Program Parsial, Gus Ipul Tekankan Integrasi Berbasis Data

345
×

Kemensos Diminta Tinggalkan Program Parsial, Gus Ipul Tekankan Integrasi Berbasis Data

Share this article
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memimpin Rapat Dinas bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Robben Rico, serta jajaran Kemensos di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat

KABARENERGI.COM – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta seluruh jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) menyusun program secara terintegrasi, berbasis data yang telah terverifikasi, serta berorientasi pada penyelesaian ketimpangan sosial. Arahan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto agar seluruh kementerian memfokuskan program pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Arahan itu disampaikan Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, saat memimpin Rapat Dinas di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). Rapat dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Robben Rico, jajaran pejabat eselon, serta kepala sentra dan balai Kemensos di seluruh Indonesia yang mengikuti secara daring.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Gus Ipul menegaskan hasil Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo harus diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam setiap program Kemensos. Menurutnya, ketimpangan sosial masih menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi melalui kebijakan yang tepat sasaran.

“Presiden mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan besar yang harus kita selesaikan, yaitu ketimpangan. Karena itu seluruh program kita harus benar-benar diarahkan untuk menjawab persoalan tersebut,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan pelaksanaan tugas Kemensos berlandaskan amanat Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, pengelolaan sumber daya negara harus diarahkan untuk melindungi serta meningkatkan kesejahteraan fakir miskin dan anak terlantar.

Menurut Gus Ipul, program Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Oleh sebab itu, akurasi data dan ketepatan penyaluran bantuan sosial menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

“Datanya harus benar, bantuan sosialnya tepat sasaran, dan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan keluarga-keluarga yang tidak mampu,” katanya.

Read  Presiden Brasil Luiz InĂ¡cio Lula da Silva Akan Kunjungi Indonesia Oktober Mendatang

Ia juga menekankan bahwa pelayanan sosial harus dilakukan secara berkelanjutan dan saling terhubung, mulai dari proses pendataan, perlindungan sosial, rehabilitasi hingga pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, bentuk layanan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.

“Bila setelah mendapat perlindungan sosial masih membutuhkan rehabilitasi, maka harus ditindaklanjuti dengan rehabilitasi sosial. Setelah itu harus dipikirkan pemberdayaannya. Kalau memang membutuhkan layanan residensial, kita siapkan. Kalau tidak, bisa melalui home care, home visit, atau bentuk layanan lain yang sesuai,” ujarnya.

Gus Ipul meminta seluruh unit kerja di lingkungan Kemensos tidak lagi menjalankan program secara terpisah. Ia menilai koordinasi antardirektorat dan antarunit kerja menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kemensos ini ibarat satu mesin. Jangan ada yang berjalan sendiri-sendiri. Antar-direktur, antar-unit kerja, harus saling berkomunikasi dan menyusun program bersama supaya layanan kepada masyarakat semakin tajam,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti peran strategis Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) sebagai pengelola data seluruh program Kemensos. Seluruh intervensi sosial, lanjutnya, harus mengacu pada data yang telah diverifikasi dan terus diperbarui agar kebijakan yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

“Penjurunya adalah Pusdatin. Semua program harus berbasis pada data yang sudah terverifikasi. Setelah itu baru dioperasionalkan dalam program-program strategis, baik rehabilitasi sosial maupun pemberdayaan sosial,” ucapnya.

Menutup arahannya, Gus Ipul mengingatkan seluruh jajaran Kemensos untuk mengawal pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini berlangsung di berbagai daerah. Ia menegaskan seluruh proses pembangunan harus dijalankan secara akuntabel, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.

“Ini masa yang sangat menentukan karena kita sedang membangun fondasi Sekolah Rakyat. Semua prosesnya harus bersih, transparan, dan tidak boleh dikotori oleh praktik korupsi. Itu yang harus kita pegang bersama,” pungkasnya. (UCN)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News