KABARENERGI.COM – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memperluas akses gas bumi nasional dengan menghadirkan solusi pemanfaatan energi hemat biaya. Lewat kombinasi infrastruktur pipa dan layanan beyond pipeline, PGN kini mampu memberikan efisiensi biaya operasional sebesar 30–40% per bulan bagi segmen komersial dan usaha kecil di berbagai kawasan.
Saat ini ekosistem infrastruktur PGN yang memiliki jaringan pipa lebih dari 33.000 km telah melayani 822.561 rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan industri dan komersial di 78 kabupaten/kota.
Untuk wilayah yang belum tersambung pipa utama, PGN mengandalkan penguatan skema Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG). Pendekatan CNG Clustering yang telah diterapkan di Sleman, Yogyakarta, menjadi bukti bahwa distribusi gas bumi hemat dan ramah lingkungan dapat menjangkau ribuan rumah tangga dan UMKM tanpa hambatan akses geografis
Atas keberhasilan penetrasi pasar berbasis kebutuhan wilayah ini, Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham menyabet penghargaan Best Chief Marketing Officer (CMO) 2026 kategori Oil and Gas dalam ajang Best CMO Award 2026 oleh Warta Ekonomi.
Perkuat Pasokan Lewat Gas Metana Batubara dan BiomethaneAldiansyah menegaskan bahwa ekspansi jangkauan pelanggan harus selaras dengan ketahanan pasokan. Oleh karena itu, Subholding Gas Pertamina ini bergerak cepat mengamankan alokasi dan sumber energi alternatif.
PGN menambah alokasi pasokan dari Wilayah Kerja (WK) Tungkal di Sumatera serta menjajaki potensi Coalbed Methane (CBM) atau gas metana batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Penyaluran CBM ditargetkan tumbuh secara bertahap mulai dari 1 MMSCFD hingga mencapai 25 MMSCFD.Selain itu, inovasi pasokan terus diperluas melalui riset biomethane berbasis limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG).
Langkah ini mempertegas komitmen PGN dalam mengawal transisi energi nasional sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan industri daerah. (KFT)



