HeadlineNews

Gasperini Puas, Roma Bungkam Cagliari Tanpa Balas

316
×

Gasperini Puas, Roma Bungkam Cagliari Tanpa Balas

Share this article

KABARENERGI.COM – AS Roma sukses mengamankan poin penuh setelah menumbangkan Cagliari dengan skor 2-0 dalam lanjutan Serie A di Stadion Olimpico, Selasa (10/2/2026). Kemenangan ini membuat Giallorossi kini menyamai perolehan poin Juventus dalam persaingan ketat memperebutkan zona Liga Champions.

Dominasi Roma terlihat jelas sepanjang laga. Pertahanan solid yang digalang anak asuh Gian Piero Gasperini hanya membiarkan tim tamu melepaskan satu tembakan tepat ke gawang selama 90 menit.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kegigihan Sang Serigala
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, mengaku puas dengan performa anak asuhnya yang dianggap selalu mampu bangkit di momen krusial.

“Kami bermain dengan kegigihan dan keinginan kuat,” ujar Gasperini sebagaimana dilansir dari laman resmi klub. Meski begitu, ia menyisipkan sedikit penyesalan karena timnya gagal menambah pundi-gol pada paruh pertama, walau ia tetap memuji stabilitas permainan di babak kedua.

Donyell Malen dan Perbandingan dengan Legenda
Bintang kemenangan kali ini, Donyell Malen, mendapat pujian khusus. Gasperini menyebut striker asal Belanda itu sebagai pemain top dengan “repertoar luas” yang sulit dikendalikan lawan.

Menanggapi perbandingan Malen dengan legenda Marco van Basten, Gasperini memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, secara fisik keduanya sangat kontras. “Gerakan Malen lebih mirip dengan Gianluca Vialli daripada Van Basten,” ungkapnya.

Sorotan untuk Marco Palestra
Selain Malen, nama Marco Palestra juga mencuri perhatian. Pemain muda berusia 20 tahun yang pernah dibimbing Gasperini di Atalanta ini dinilai telah menunjukkan kematangan luar biasa berkat pengalamannya di Serie C dan skuad utama.

“Dia pemain top meski baru berusia 20 tahun. Pengalamannya sangat mengembangkan kemampuannya sebagai pesepakbola yang bagus,” puji Gasperini.

Laga “Bersih” Tanpa VAR
Hal menarik lainnya adalah kepuasan Gasperini terhadap kepemimpinan wasit. Laga berlangsung selama 95 menit tanpa satu pun intervensi VAR, sebuah kelangkaan di sepak bola modern.

Read  Marquez Dominasi MotoGP 2025: Pecahkan Rekor Poin di Misano!

“Pertandingan yang sempurna untuk disaksikan. Artinya tidak ada momen kritis dan wasit melihat semua insiden dengan baik tanpa bantuan teknologi,” tambahnya.

Di akhir sesi wawancara, Gasperini sempat bercanda menanggapi citra dirinya sebagai pelatih yang galak. “Sebut satu pemain yang bilang saya jahat,” pungkasnya sambil tertawa, menegaskan suasana harmonis di ruang ganti Roma saat ini. (UWC)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News