KABARENERGI.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengakhiri masa tugas Posko Nasional Sektor ESDM untuk periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) pada Selasa (6/1/2026). Penutupan ini dilakukan dalam konferensi pers yang berlangsung di Auditorium Cendrawasih, Gedung BPH Migas, Jakarta.
Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Yudhiawan, menyatakan bahwa seluruh kegiatan operasional sepanjang libur panjang tersebut berjalan sangat lancar tanpa kendala distribusi yang berarti di seluruh wilayah Indonesia.
“Atas kerja keras dan sinergi kita semua, Posko Nasional Sektor ESDM Natal dan Tahun Baru 2025–2026 secara resmi saya nyatakan ditutup. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung,” ujar Yudhiawan.
Fluktuasi Penyaluran BBM dan LPG
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati, memaparkan data penyaluran energi selama masa siaga yang berlangsung dari 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Tercatat adanya pergeseran konsumsi dibandingkan dengan rata-rata harian normal:
1. Gasoline (Bensin): Naik 0,9%
2. Avtur: Naik 5,5%
3. Gasoil (Solar): Turun 3,4%
4. Kerosin: Turun 6,2%
5. LPG: Naik signifikan sebesar 10,6% (dengan ketahanan stok 10–16 hari).
Pemulihan Energi di Wilayah Pascabencana
Fokus utama posko tahun ini juga tertuju pada percepatan pemulihan infrastruktur energi di wilayah terdampak bencana alam, khususnya di Pulau Sumatra. Erika menjelaskan bahwa distribusi dilakukan melalui berbagai jalur transportasi untuk memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses energi.
Data pemulihan SPBU per 6 Januari 2026:
1. Sumatra Utara: 100% pulih (406 SPBU).
2. Sumatra Barat: 100% pulih (147 SPBU).
3. Aceh: 97% pulih (151 dari 156 SPBU).
Komitmen Pasca-Satgas
Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Jaffee Arizon Suardin, memberikan apresiasi kepada petugas lapangan yang tetap bekerja di masa liburan. Meski masa tugas Satgas Nataru telah berakhir, Jaffee menegaskan bahwa Pertamina tetap dalam posisi siaga untuk menjaga stabilitas stok nasional.
“Dedikasi ini bertujuan memastikan pasokan energi yang cukup agar masyarakat di daerah terdampak bencana segera pulih, dan seluruh masyarakat Indonesia dapat kembali produktif di awal tahun 2026 ini,” tutup Jaffee. (VWJ)



