Gas

Gagas Energi Indonesia bersama Blue Bird Terus Mendorong Penggunaan Gas Ramah Lingkungan

171
×

Gagas Energi Indonesia bersama Blue Bird Terus Mendorong Penggunaan Gas Ramah Lingkungan

Share this article

Kabarenergi.com, Jakarta. PT Gagas Energi Indonesia (“Gagas”), sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus memperluas layanan GasKu sebagai bahan bakar gas yang memiliki kinerja ramah lingkungan. Seiring dengan karakteristiknya yang memiliki emisi lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya, GasKu menjadi alternatif energi yang menjanjikan bagi kendaraan.

Menurut Muhammad Hardiansyah, Direktur Utama Gagas, dalam acara talkshow “BBG Sebagai Alternatif Energi Transisi” di IIMS 2024, sekitar 90 persen kendaraan umum seperti taksi, bajaj, angkot, dan Trans Jakarta, telah beralih menggunakan BBG. Hal ini disebabkan oleh efisiensi biaya bahan bakar yang signifikan yang dapat dirasakan oleh jenis kendaraan tersebut, terutama karena mereka biasanya menempuh jarak perjalanan yang lebih panjang setiap harinya. Dengan harga BBG yang hanya 4.500 rupiah per liter, pengguna kendaraan ini dapat menghemat hingga 55 persen dalam biaya bahan bakar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Gagas juga berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur bahan bakar gas guna mendukung upaya pemenuhan energi ramah lingkungan dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) tahun 2060. Salah satu fokus utamanya adalah mengurangi emisi dari kendaraan bermotor, yang secara rata-rata memiliki emisi 25-35 persen lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar konvensional.

Komitmen Gagas dalam menyediakan alternatif energi rendah emisi sejalan dengan langkah Blue Bird, perusahaan taksi terkemuka yang telah menggunakan BBG sejak 2017. Blue Bird memiliki inisiatif “Blue Bird 5030” yang bertujuan mengurangi 50 persen emisi hingga tahun 2030. Astu Rahindo, VP Teknik Blue Bird Group, menjelaskan bahwa penggunaan BBG telah membantu mengurangi emisi hingga 60 persen lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan konvensional, menyumbang pada perbaikan lingkungan secara signifikan.

Read  PGN Fokus Perluasan Pasar dan Infrastruktur di Tahun 2024

Saat ini, sekitar 25 persen dari total armada Blue Bird, atau sebanyak 3.200 armada, telah beralih menggunakan BBG. Mereka juga terus mengadopsi teknologi terbaru untuk penggunaan dual fuel, memungkinkan armada untuk beralih dengan fleksibilitas antara bahan bakar gas dan bahan bakar konvensional. Dalam upaya perluasan penggunaan BBG, Blue Bird berencana menambah 500 armada baru tahun ini, sejalan dengan perkembangan program GasKu dan program-program pemerintah.

Hardiansyah menegaskan bahwa Gagas akan terus mengoptimalkan pemanfaatan BBG dalam masa transisi menuju energi terbarukan. Gagas juga mendukung program Holding Migas Pertamina dalam menyediakan berbagai jenis energi, mulai dari bahan bakar fosil hingga bahan bakar gas yang efisien dan ramah lingkungan. Penggunaan BBG, yang berasal dari sumber dalam negeri, juga berperan dalam mengurangi emisi karbon secara keseluruhan, sambil tetap berjalan bersisian dengan bahan bakar lainnya.

Dengan berbagai manfaatnya, penggunaan gas tidak hanya menyediakan alternatif energi ramah lingkungan, tetapi juga membantu mengurangi emisi karbon tanpa memerlukan penambahan jumlah kendaraan. Dengan demikian, langkah-langkah ini menjadi langkah penting dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. (ang)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News