Headline

Telan Anggaran Rp 45 T, Proyek ‘Jumbo’ Pertamina Raih Penghargaan Internasional

376
×

Telan Anggaran Rp 45 T, Proyek ‘Jumbo’ Pertamina Raih Penghargaan Internasional

Share this article

Kabarenergi.com, Jakarta – Project Financing Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), anak usaha PT Pertamina (Persero) memperoleh penghargaan “Asia Pacific – Petchem Deal of The Year” dalam ajang Project Finance International (PFI) Awards Tahun 2023.

Sebagai informasi, PFI merupakan publikasi yang dimiliki oleh London Stock Exchange Group (LSEG) dan merupakan publikasi paling bergengsi dalam industri project finance yang menjadi acuan secara global oleh para profesional di industri ini. Para profesional pembiayaan proyek di seluruh dunia mengandalkan analisis kesepakatan PFI untuk mengidentifikasi peluang dan melacak pesaing mereka.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

PFI Awards ini merupakan sebuah penghargaan bergengsi bagi Pertamina Group khususnya PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Kilang Pertamina Balikpapan bersama dengan legal advisor White & Case dan financial advisor Mizuho. Melalui kerja keras dan upaya tanpa kenal lelah tim Project Financing RDMP Balikpapan serta strong & steady leadership dari tim manajemen PT KPI dan PT KPB penghargaan ini berhasil diraih.

Penghargaan “Asia Pacific – Petchem Deal of The Year” diterima oleh Direktur Utama KPI – Taufik Aditiyawarman didampingi oleh Direktur Keuangan KPI – Fransetya Hasudungan Hutabarat dan Direktur Utama PT KPB – Feri Yani dalam ajang “PFI Awards Dinner Tahun 2023”, di London, Inggris tanggal 21 Februari 2024. Taufik menjelaskan RDMP Balikpapan di Indonesia berhasil mencapai financial close pada Agustus 2023, dan menjadikannya sebagai salah satu pembiayaan proyek terbesar di Indonesia.

“Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan kilang dan kapasitas operasionalnya. Kedepan diharapkan lebih banyak kilang Pertamina yang semakin efisiensi dan berkontribusi dalam pengurangan emisi – yang tentunya merupakan langkah positif dalam kelanjutan program net-zero emisi pemerintah,” ujar Taufik dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (23/2).

Read  Strategi Investasi PGN: Membangun Eksistensi dan Ekspansi Pelayanan Gas Bumi di Indonesia

Dalam penyelesaian project financing, proyek RDMP Balikpapan melibatkan 4 Export Credit Agency (ECA) dan 22 Commercial Banks. Keberhasilan dalam pelaksanaan project financing proyek RDMP Balikpapan, mulai dari sizing project financing yang cukup besar yaitu sebesar USD3,1 miliar, project financing ini berhasil mendapatkan over-subscribed hingga USD 4,39 miliar (142%) meskipun di tengah ekonomi dunia yang sedang bergejolak pada saat itu. Selain itu, keberhasilan lain dalam project financing ini adalah bisa mendapatkan bunga yang rendah.

“Kami dengan bangga mempersembahkan The Biggest Project Financing yang melibatkan Export Credit Agencies (ECA), dengan nilai USD 3,1 miliar atau sekitar Rp 45 triliun, demi ketahanan energi di Indonesia, dengan berkontribusi pada pengurangan impor untuk mendukung kemandirian energi Indonesia,” tegas Taufik.

RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional Indonesia yang akan meningkatkan kapasitas kilang Balikpapan dari sekitar 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, yang akan membantu memenuhi peningkatan permintaan bahan bakar dan produk petrokimia dalam negeri.

Per Februari 2024, progres utama untuk lingkup ISBL – OSBL Proyek RDMP Balikpapan telah mencapai 88% selesai. Selain itu, proyek ini juga mengusung aspek keberlanjutan dan lingkungan dimana produk yang dihasilkan tergolong berkualitas tinggi berstandar Euro 5, yang memiliki kandungan sulfur lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan.

Sebagai salah satu proyek investasi terbesar di Indonesia, proyek Balikpapan akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor dan memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi daerah dengan melibatkan perusahaan lokal, menciptakan lapangan kerja lokal, dan menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 30%–35%. Selain itu dengan penambahan produksi BBM, LPG dan Petrokimia Nasional, diharapkan dapat menghemat defisit neraca perdagangan Indonesia hingga USD 2 miliar per tahunnya.

Read  PT Freeport Indonesia (PTFI) Catat Produksi Emas Hampir 2 Juta Ons Hingga Tahun 2023

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) merupakan anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis utama pengolahan minyak dan petrokimia sesuai dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance). PT KPI juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi operasional sebagai bagian dari penerapan aspek ESG. PT KPI akan terus menjalankan bisnisnya secara professional untuk mewujudkan visinya menjadi Perusahaan Kilang Minyak dan Petrokimia berkelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial serta memiliki tata Kelola perusahaan yang baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News