HeadlineRenewable Energy

Bos PLN Ungkap 3 Keunggulan Bahan Bakar Hidrogen

279
×

Bos PLN Ungkap 3 Keunggulan Bahan Bakar Hidrogen

Share this article
Pilot Project Hydrogen Refueling Station (HRS)
PLN resmikan Pilot Project Hydrogen Refueling Station (HRS), di Senayan, Jakarta. (Dok ESDM)

Jakarta, Kabarenergi.com – PT PLN (Persero) hari ini meresmikan Pilot Project Hydrogen Refueling Station (HRS) di kawasan Senayan, Jakarta. Bahan bakar hidrogen ini ternyata memiliki tiga keunggulan utama dibanding bahan bakar lainnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, sejumlah keuntungan menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan. Pertama, hidrogen adalah sumber energi yang bersih dan tidak menghasilkan emisi saat digunakan, yang membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk mengurangi polusi udara. 

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kedua, hidrogen adalah sumber energi yang berlimpah. Ini dapat diproduksi dari berbagai sumber, termasuk air, biomassa, dan gas alam. 

Ketiga, hidrogen dapat disimpan dengan mudah. Ini dapat disimpan dalam bentuk gas cair atau terkompresi, yang membuatnya mudah diangkut dan digunakan.

Pemanfaatan hidrogen di Indonesia menjadi keniscayaan setelah diresmikannya Pilot Project Hydrogen Refueling Station (HRS) Senayan. Memanfaatkan hidrogen terbukti lebih hemat dibandingkan menggunakan sumber energi berbasis fosil.

“Perbandingan harga penggunaan BBM dengan hidrogen, 1 km menggunakan BBM biayanya adalah Rp1.300. Kalau kita menggunakan EV home charging biayanya sekitar Rp350-400 per 1 km, kalau menggunakan ultra fast charging Rp 550 per km. Jika kita menggunakan hydrogen biayanya hanya sekitar Rp276 per km,” ungkap Darmawan Prasodjo, saat meresmikan Pilot Project Hydrogen Refueling Station (HRS) dan Green Hydrogen Plant (GHP) PLTP Kamojang pagi ini, Rabu (21/2/2024).

Kelebihan selanjutnya, kebutuhan BBM dalam negeri dipenuhi melalui impor sehingga dapat menggerus devisa negara. Sedangkan hidrogen, seratus persen menggunakan produk dalam negeri dan ramah lingkungan.

“Menggunakan 1 liter BBM emisi yang dikeluarkan sebesar 2,4 kg jadi untuk 1 km sekitar 240 gram. Kalau ini emisinya sudah nol karena menggunakan green hydrogen. Untuk itu, produksi hidrogen sebesar 128 ton per tahun bisa menyediakan energi untuk 438 mobil dengan pengurangan bbm 1,59 juta liter per tahun dan penurunan emisi 4,5 juta kg per tahun,” jelas Darmawan.

Read  Indonesia Kembali Bersinar di Industri Hulu Migas Global dengan Temuan Geng North dan Layaran

Pemilihan hidrogen sebagai energi masa depan yang ramah lingkungan juga diamini Senior Manager PLN Nusantara Power Up Muara Karang Maryono.

“Bahan bakar hidrogen tidak ada emisi karena begitu digunakan sebagai bahan bakar mobil hydrogen dia keluarannya bukan lagi uap tapi air sehingga emisinya nol, emisinya zerro maka hydrogen ini adalah merupakan energi masa depan yang menjadi salah satu pilihan penting untuk kita bersama nanti,” ujar Mulyono menambahkan. (dnr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News