HeadlineNews

Diskon Minyak Saudi Terdalam Sejak 2020, Arab Light Jadi Senjata Rebut Pasar Asia

291
×

Diskon Minyak Saudi Terdalam Sejak 2020, Arab Light Jadi Senjata Rebut Pasar Asia

Share this article
foto Istimewa

KABARENERGI.COM – Arab Saudi mengirim sinyal kuat di tengah semakin sengitnya persaingan memperebutkan pasar minyak Asia. Saudi Aramco secara mengejutkan memangkas harga jual resmi (Official Selling Price/OSP) minyak mentah Arab Light untuk pembeli Asia pada November 2026.

Harga Arab Light kini mencatat diskon terbesar dalam lebih dari enam tahun. Langkah tersebut dilakukan ketika biaya angkutan laut masih tinggi dan gangguan ekspor akibat konflik regional terus menekan pasar minyak.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Saudi Aramco menetapkan harga Arab Light untuk pasar Asia pada November sebesar US$5 per barel di bawah rata-rata harga minyak Oman dan Dubai. Harga tersebut turun US$3 per barel dibandingkan Oktober.

Berdasarkan data Reuters, tingkat diskon tersebut merupakan yang terdalam sejak Juni 2020.

Keputusan Saudi Aramco sekaligus membalikkan ekspektasi pasar. Sebelumnya, survei Reuters memperkirakan Arab Saudi akan menaikkan harga Arab Light untuk pembeli Asia sebesar US$3 per barel, sejalan dengan penguatan harga minyak acuan Timur Tengah.

Saudi Aramco Pertahankan Pasar Asia

Pemangkasan harga tersebut menjadi semakin signifikan karena Asia merupakan pasar terbesar bagi minyak mentah Arab Saudi.

Bagi kilang-kilang minyak di kawasan Asia, harga minyak mentah yang lebih rendah berpotensi memperbaiki margin pengolahan sekaligus meningkatkan daya saing produk minyak yang dihasilkan.

Tak hanya Arab Light, Saudi Aramco juga memangkas harga minyak jenis Arab Medium dan Arab Heavy untuk pasar Asia, masing-masing sebesar US$5 per barel.

Langkah agresif tersebut mengindikasikan bahwa Riyadh memilih mempertahankan daya saing harga untuk mengamankan pangsa pasar Asia, meskipun pasar minyak saat ini menghadapi tekanan dari tingginya biaya logistik dan ketidakpastian geopolitik.

Reuters sebelumnya melaporkan Saudi Aramco mempertimbangkan pemberian diskon terhadap minyak yang dimuat dari Oman untuk mengimbangi lonjakan biaya angkutan laut yang mencapai rekor.

Read  Konflik Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Dunia Berpotensi Tinggi hingga 2027

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mempertahankan pangsa pasar setelah konflik regional mengganggu aktivitas ekspor minyak.

Harga Minyak Saudi Naik di Pasar Eropa

Strategi Saudi Aramco justru berbanding terbalik di pasar Eropa.

Perusahaan menaikkan OSP November untuk seluruh jenis minyak yang dijual ke kawasan Eropa barat laut sebesar US$3 per barel.

Kenaikan harga juga diberlakukan bagi pembeli di kawasan Mediterania. Sementara itu, harga minyak Saudi untuk pasar Amerika Serikat dipertahankan pada level yang sama.

Perbedaan strategi harga antarwilayah tersebut menunjukkan bagaimana Saudi Aramco merespons kondisi pasar dan biaya logistik yang berbeda di masing-masing kawasan.

Dimulainya kembali ekspor melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah turut menjadi salah satu faktor yang mendukung kenaikan harga untuk pasar Eropa.

Di Asia, sebaliknya, Arab Saudi menghadapi kebutuhan untuk menjaga daya saing di tengah tingginya biaya pengiriman dan persaingan mendapatkan pembeli dari produsen minyak lainnya.

OPEC+ Pertahankan Target Produksi

Keputusan harga Saudi Aramco diumumkan sehari setelah Arab Saudi dan anggota OPEC+ pada Minggu (4/10/2026) sepakat mempertahankan target produksi minyak untuk November.

Keputusan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa kelompok produsen minyak utama dunia itu tidak akan melakukan perubahan besar terhadap kebijakan produksinya hingga tahun depan.

Dengan target produksi yang tetap dipertahankan, strategi harga menjadi instrumen penting bagi Arab Saudi untuk menjaga posisi di pasar tanpa harus mengubah kebijakan produksinya.

Bagi pasar Asia, kebijakan tersebut dapat menjadi kabar positif bagi kilang karena memberikan akses terhadap minyak mentah Saudi dengan harga yang lebih murah.

Namun, bagi produsen minyak pesaing, langkah tersebut berpotensi meningkatkan tekanan untuk ikut menyesuaikan harga demi mempertahankan pelanggan.

Read  Apindo Jatim Tekankan Pentingnya Vokasi dan Kolaborasi Hadapi Tantangan Global

Diskon Minyak Saudi Berpotensi Picu Perang Harga di Asia

Harga jual resmi atau OSP Saudi Aramco merupakan salah satu acuan penting bagi produsen minyak Timur Tengah dalam menentukan harga jual ke berbagai pasar.

Karena itu, pemangkasan harga Arab Light untuk Asia berpotensi menimbulkan efek berantai.

Eksportir minyak Timur Tengah lainnya dapat menghadapi tekanan untuk memberikan diskon serupa agar tidak kehilangan pembeli di pasar Asia.

Jika tren tersebut berlanjut, persaingan harga minyak di Asia berpotensi semakin ketat, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan perubahan biaya pengiriman.

Bagi Arab Saudi, langkah tersebut bukan sekadar soal memangkas harga.

Diskon Arab Light yang kini mencapai level terdalam sejak 2020 menunjukkan bahwa mempertahankan pangsa pasar Asia kembali menjadi salah satu prioritas strategis Riyadh di tengah persaingan minyak global yang semakin ketat. (EDX)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News