HeadlineNews

Perkuat Ketahanan Energi, RI Amankan Pasokan Migas dan Teknologi Nuklir dari Rusia

396
×

Perkuat Ketahanan Energi, RI Amankan Pasokan Migas dan Teknologi Nuklir dari Rusia

Share this article

KABARENERGI.COM – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, resmi mengantongi komitmen kerja sama strategis dengan Rusia untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Moskow pada Selasa (14/4/2026), Rusia menyatakan kesiapannya untuk menyuplai minyak mentah, LPG, hingga pengembangan infrastruktur penyimpanan (storage) bagi Indonesia.

Pertemuan dengan Menteri Energi Rusia, Sergei Tsivilev, ini merupakan langkah konkret untuk menindaklanjuti kesepakatan sebelumnya antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Poin Utama Kerja Sama RI-Rusia
Kerja sama ini dirancang melalui skema Government-to-Government (G2G) dan Business-to-Business (B2B) yang mencakup beberapa sektor krusial:

Pasokan Migas: Penambahan cadangan minyak mentah (crude) dan LPG untuk kebutuhan domestik.

Infrastruktur Energi: Pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) minyak dan gas.

Energi Baru Terbarukan: Penjajakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Sektor Mineral: Perluasan kolaborasi pada industri pertambangan dan mineral.

“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu mendapatkan hasil yang cukup baik. Kita bisa mendapatkan tambahan cadangan minyak mentah serta LPG,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Strategi di Tengah Ketidakpastian Global
Di tengah volatilitas pasar energi dunia dan dinamika geopolitik yang tidak menentu, pemerintah Indonesia proaktif mencari sumber energi alternatif. Bahlil menegaskan bahwa kemitraan dengan Moskow merupakan opsi strategis mengingat Rusia memiliki kapasitas produksi yang masif dan pengalaman panjang di industri migas.

Menteri Energi Rusia, Sergei Tsivilev, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa Rusia siap menjadi mitra jangka panjang bagi Indonesia, tidak hanya dalam penyediaan komoditas, tetapi juga di sektor kelistrikan.

Keterlibatan Raksasa Energi Rusia
Keseriusan kerja sama ini juga terlihat dari kehadiran sejumlah petinggi perusahaan energi raksasa Rusia dalam pertemuan tersebut, di antaranya:

Read  Satgas RAFI 2026 Resmi Ditutup, Pertamina Patra Niaga Sukses Layani Jutaan Pemudik di Jatim

1. Rosneft

2. Ruschem

3. Zarubezhneft

4. Lukoil

“Saya merasa senang hari ini karena atas arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti secara tuntas. Insyaallah kita bisa mendapatkan yang terbaik bagi kepastian ketahanan energi nasional,” tutup Bahlil. (DJZ)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News