HeadlineNews

Hadapi Mudik Lebaran 2026, Pertamina Siapkan Skenario Mitigasi Berlapis A hingga C

297
×

Hadapi Mudik Lebaran 2026, Pertamina Siapkan Skenario Mitigasi Berlapis A hingga C

Share this article

KABARENERGI.COM – Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, memberikan peringatan tegas mengenai pentingnya kesiapan energi nasional menjelang tiga minggu sebelum (H-3 minggu) perayaan Lebaran 2026. Ia menekankan bahwa PT Pertamina (Persero) wajib melakukan langkah antisipatif ekstra guna menghadapi lonjakan konsumsi bahan bakar yang diprediksi akan meningkat signifikan.

“Momentum mudik Lebaran selalu memicu peningkatan konsumsi bahan bakar yang drastis, baik untuk kendaraan darat maupun sektor penerbangan. Langkah mitigasi harus disiapkan jauh sebelum puncak arus mudik terjadi,” ujar Nasim Khan dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (1/3).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Fokus pada Wilayah Prioritas dan Jalur Mudik Utama
Politikus PKB ini menyoroti perlunya penguatan safety stock atau cadangan aman di seluruh Terminal BBM dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU). Menurutnya, fokus utama harus diberikan pada titik-titik krusial yang menjadi urat nadi perjalanan mudik.

Beberapa wilayah prioritas yang menjadi sorotan antara lain:

1. Jalur Pantura (Pantai Utara Jawa).

2. Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatra.

3. Kota-kota tujuan mudik utama di seluruh Indonesia.

“Optimalisasi kilang domestik seperti Kilang Balongan dan Kilang Cilacap menjadi faktor kunci. Kita butuh tingkat utilisasi tinggi untuk menjamin stabilitas pasokan nasional,” tambah Nasim.

Pertamina Siapkan Skenario Mitigasi Berlapis
Merespons perhatian legislatif, PT Pertamina (Persero) menyatakan telah melakukan berbagai persiapan matang. Dalam dialog dengan para pemimpin redaksi media nasional sebelumnya, Pertamina memastikan ketersediaan pasokan BBM hingga Avtur berada dalam kondisi aman.

Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa perusahaan telah menerapkan skenario build up stock jauh-jauh hari. Strategi ini dirancang agar pelayanan kepada masyarakat dan operasional penerbangan tidak terganggu oleh hambatan pasokan.

Read  Kasus Korupsi Pertamina, Kejaksaan Agung Periksa Empat Karyawan

“Kami telah menyiapkan skenario plan A, B, hingga C agar semua mitigasi siap berlapis. Tujuan kami adalah menjaga ketahanan energi dan mengamankan fase jam-jam sibuk seperti libur hari besar keagamaan ini,” jelas Arya.

Arya menambahkan bahwa sistem distribusi dan logistik Pertamina telah teruji dalam berbagai kondisi darurat, termasuk penanganan bencana. Dengan mitigasi berlapis ini, Pertamina optimistis dapat mengawal kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026 tanpa kendala energi. (GNL)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News