HeadlineNews

Dorong Kemandirian Ekonomi, Terminal Teluk Lamong Luncurkan Lamong Cukur

212
×

Dorong Kemandirian Ekonomi, Terminal Teluk Lamong Luncurkan Lamong Cukur

Share this article

KABARENERGI.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, perusahaan menghadirkan inovasi bertajuk Lamong Cukur, sebuah program pelatihan keterampilan barbershop yang sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program ini tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi juga dirancang untuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya warga Ring 1 Terminal Teluk Lamong. Melalui Lamong Cukur, peserta dibekali keterampilan profesional agar memiliki kesempatan bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Menariknya, program ini juga menghadirkan manfaat langsung bagi pengguna jasa terminal. Layanan cukur rambut tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengemudi truk dan pengguna jasa lainnya saat menunggu proses pelayanan atau beristirahat di lingkungan Terminal Teluk Lamong. Dengan demikian, waktu tunggu dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif.

Program Lamong Cukur diawali dengan pelatihan pada 10–12 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan teknik mencukur, mulai dari keterampilan dasar hingga standar pelayanan barbershop profesional.

Untuk meningkatkan kompetensi, peserta selanjutnya mengikuti program magang sepanjang September 2026 di sejumlah barbershop profesional. Melalui tahapan ini, mereka memperoleh pengalaman kerja langsung, termasuk mengasah kemampuan teknis, pelayanan pelanggan, kedisiplinan, serta kesiapan memasuki dunia kerja.

Hasilnya, peserta yang berasal dari masyarakat Ring 1 berhasil terserap sebagai tenaga barber di Lamong Cukur. Capaian ini menunjukkan bahwa program TJSL tidak hanya berorientasi pada pelatihan, tetapi juga mampu menghadirkan kesempatan kerja yang konkret bagi masyarakat sekitar.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengatakan pemberdayaan masyarakat harus diarahkan pada program yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Read  TTL Cetak Rekor Throughput, Tiga Terminal Petikemas Tumbuh Positif

“Yang paling penting adalah bagaimana keterampilan yang diberikan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkarya, bekerja, maupun berwirausaha secara mandiri. Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar mampu menciptakan peluang ekonomi,” ujar David.

Menurutnya, Lamong Cukur menjadi salah satu bentuk komitmen TTL dalam menghadirkan program TJSL yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi ekosistem terminal.

David menambahkan, perusahaan akan terus memetakan potensi dan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Apabila program Lamong Cukur berkembang dengan baik dan memiliki kebutuhan yang memadai, inisiatif tersebut berpeluang diperluas ke lokasi lainnya.

“Ke depan, kami akan terus memetakan potensi dan kebutuhan masyarakat sekitar. Jika program ini berkembang dengan baik dan kebutuhannya memang ada, Lamong Cukur dapat dikembangkan ke lokasi berikutnya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” tambahnya.

Apresiasi terhadap program pemberdayaan masyarakat tersebut juga disampaikan Camat Asemrowo, Zul Chaidir. Ia menilai inisiatif PT Terminal Teluk Lamong memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat, terutama dalam membuka kesempatan kerja dan meningkatkan keterampilan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Terminal Teluk Lamong yang selama ini telah memberikan berbagai kontribusi kepada masyarakat, baik melalui penciptaan kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, maupun program-program pemberdayaan lainnya. Kami berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat ini dapat terus berkelanjutan,” ujar Zul Chaidir.

Melalui Lamong Cukur, PT Terminal Teluk Lamong berupaya menghadirkan model pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan peningkatan keterampilan dengan kebutuhan lapangan kerja. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan menciptakan nilai tambah sosial dan ekonomi di sekitar wilayah operasional.

Sejalan dengan semangat Danantara dalam mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas, TTL berharap program TJSL yang berkelanjutan dapat membuka lebih banyak peluang ekonomi, memperkuat kemandirian masyarakat, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan pengguna jasa terminal. (QOG)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News