HeadlineNews

Penjualan Mobil Listrik Melonjak 99 Persen, Rekor BEV 2025 di Ambang Terlampaui

311
×

Penjualan Mobil Listrik Melonjak 99 Persen, Rekor BEV 2025 di Ambang Terlampaui

Share this article

KABARENERGI.COM – Pasar mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) di Indonesia bergerak sangat agresif. Hingga Agustus 2026, akumulasi penjualan BEV nasional telah menembus angka 101.171 unit, nyaris melampaui total capaian sepanjang tahun 2025 yang berada di angka 103.931 unit.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa penjualan BEV periode Januari–Agustus 2026 melonjak hampir dua kali lipat (99,4%) dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 50.749 unit.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Industri otomotif nasional kini hanya membutuhkan tambahan 2.761 unit lagi untuk memecahkan rekor penjualan tahunan 2025. Jika konsistensi tren positif ini bertahan hingga Desember, tahun 2026 dipastikan mencetak sejarah baru adopsi kendaraan ramah lingkungan di tanah air.

Rekor Penjualan Tertinggi Ada di Agustus 2026

Akselerasi pasar BEV terpantau makin solid memasuki paruh kedua tahun ini. Meski tren bulanan sempat berfluktuasi, pergerakan secara umum terus menunjukkan kurva kenaikan.

Berikut perincian tren penjualan bulanan BEV sepanjang Januari–Agustus 2026:

1. Januari: 10.261 unit

2. Februari: 12.313 unit

3. Maret: 10.397 unit

4. April: 14.824 unit

5. Mei: 9.290 unit

6. Juni: 12.701 unit

7. Juli: 13.972 unit

8. Agustus: 17.413 unit

Bulan Agustus menjadi pencapaian tertinggi (peak performance) sepanjang 2026 dengan lonjakan 24,6% dibandingkan hasil penjualan bulan Juli.

Momen Loncatan Besar Industri BEV Nasional

Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia mengalami lompatan skala yang luar biasa dalam enam tahun terakhir. Ketika pertama kali tercatat pada 2020, penjualan BEV di Indonesia baru menyentuh angka 125 unit, lalu naik menjadi 687 unit pada 2021.

Fase pertumbuhan agresif mulai terlihat saat tren penjualan merangkak ke angka 10.327 unit (2022), 17.051 unit (2023), hingga melonjak drastis ke 43.188 unit (2024). Puncaknya terjadi pada 2025 ketika pasar berhasil menembus angka 103.931 unit.

Read  Heboh! Motor Ojol Mogok Usai Isi Pertamax, Diduga BBM Tercampur Air

Lompatan hingga ratusan kali lipat dibanding tahun 2020 membuktikan bahwa mobil listrik bukan lagi sekadar segmen minoritas (niche market), melainkan telah bergeser menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan industri otomotif nasional.

Dengan menyisakan empat bulan operasional hingga akhir tahun, fokus utama para agen pemegang merek (APM) kini adalah menjaga konsistensi pasokan dan momentum pasar agar rekor baru 2026 dapat terlampaui dengan margin yang signifikan. (DPO)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News