KABARENERGI.COM – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperluas pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Salah satu implementasinya dilakukan di Pondok Pesantren Darullughah Waddawah (Dalwa), Kabupaten Pasuruan, yang kini memanfaatkan pasokan gas bumi PGN untuk mendukung operasional dapur umum yang melayani sekitar 15 ribu santri setiap hari.
Dengan pasokan gas bumi yang mengalir selama 24 jam, aktivitas penyediaan konsumsi santri dapat berlangsung lebih andal, efisien, dan berkelanjutan. Kehadiran jargas juga membantu pesantren menghemat biaya energi hingga 36 persen dibandingkan sistem yang digunakan sebelumnya.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus mengakselerasi pengembangan jaringan gas bumi di wilayah Pasuruan dan sekitarnya sebagai bagian dari upaya memperluas akses energi bersih bagi masyarakat. Selain melayani sektor rumah tangga dan industri, jargas kini juga menjangkau sektor pendidikan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.
Area Head PGN Pasuruan, Mochamad Arif, mengatakan total penyaluran gas bumi di wilayah Pasuruan saat ini mencapai sekitar 22 hingga 23 MMSCFD. Infrastruktur PGN telah melayani sekitar 40.230 pelanggan rumah tangga dan pelanggan kecil, serta 127 pelanggan komersial dan industri.
Menurutnya, jumlah pelanggan tersebut diperkirakan terus bertambah seiring dengan ekspansi layanan yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun 2026.
“Pemanfaatan gas bumi di Pesantren Dalwa menunjukkan bahwa energi gas bumi dapat memberikan manfaat yang luas, tidak hanya untuk sektor industri tetapi juga untuk sektor pendidikan yang melayani ribuan masyarakat setiap hari,” ujar Arif.
Ia menjelaskan, Pesantren Dalwa menjadi salah satu pelanggan strategis PGN yang bergabung pada tahun ini. Dengan rata-rata konsumsi gas mencapai 11.000 meter kubik per bulan, pesantren tersebut kini masuk dalam kategori pelanggan Komersial-Industrial (KI) berbasis yayasan pendidikan.
Arif menambahkan, penggunaan jaringan gas bumi memberikan berbagai keuntungan, mulai dari pasokan yang stabil, kemudahan operasional, hingga efisiensi biaya energi. Selain itu, sistem jargas PGN juga dilengkapi standar keselamatan yang ketat, termasuk penggunaan odoran untuk memudahkan deteksi dini apabila terjadi kebocoran.
“Dengan jargas, kami menjamin keberlanjutan pasokan selama 24 jam dan efisiensi biaya operasional. Pengelola tidak perlu lagi khawatir terhadap keterlambatan pasokan energi yang dapat mengganggu aktivitas dapur dan layanan kepada para santri,” katanya.
Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh pengelola Pesantren Dalwa yang setiap hari mengoperasikan dapur umum dalam beberapa sesi memasak guna memenuhi kebutuhan konsumsi ribuan santri.
Kepala Bidang Kesiswaan Pesantren Dalwa, Ustad Ismail Ayyub, mengungkapkan bahwa sebelum menggunakan jargas, dapur pesantren sempat mengandalkan kayu bakar, kemudian beralih ke LPG dan Compressed Natural Gas (CNG). Namun, berbagai kendala masih sering terjadi, terutama terkait distribusi energi.
“Ketika masih menggunakan CNG, distribusi pasokan terkadang mengalami keterlambatan. Dampaknya tidak hanya pada aktivitas dapur, tetapi juga berpengaruh terhadap jadwal kegiatan belajar mengajar karena penyediaan konsumsi menjadi terlambat,” ujarnya.
Menurut Ismail, kehadiran jaringan gas bumi PGN telah mengatasi berbagai kendala tersebut. Pasokan energi yang tersedia secara terus-menerus membuat aktivitas dapur menjadi lebih lancar dan terjadwal dengan baik.
Selain meningkatkan keandalan operasional, penggunaan jargas juga memberikan penghematan biaya energi yang signifikan, sehingga anggaran pesantren dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang mendukung kegiatan pendidikan.
Penyaluran gas bumi ke Pesantren Dalwa merupakan bagian dari strategi PGN untuk memperluas pemanfaatan energi gas bumi ke sektor-sektor produktif dan sosial, termasuk lembaga pendidikan, rumah ibadah, serta pelaku usaha masyarakat.
Melalui pengembangan infrastruktur gas bumi yang semakin luas, PGN berharap manfaat energi yang lebih efisien, praktis, aman, dan ramah lingkungan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Ke depan, PGN optimistis keberhasilan implementasi jargas di Pesantren Dalwa dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan, rumah ibadah, dan pelaku usaha lainnya di Pasuruan untuk beralih menggunakan gas bumi sebagai sumber energi yang berkelanjutan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (TRH)



