HeadlineNews

TTL–APTRINDO Kompak Perkuat TBS untuk Kurangi Antrean Truk dan Percepat Layanan

396
×

TTL–APTRINDO Kompak Perkuat TBS untuk Kurangi Antrean Truk dan Percepat Layanan

Share this article

KABARENERGI.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menerima kunjungan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (DPC APTRINDO) Kota Surabaya dalam forum dialog dan diskusi bersama guna memperkuat sinergi antar pelaku ekosistem logistik serta mendorong peningkatan kualitas layanan terminal yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.

Audiensi yang berlangsung di Kantor PT Terminal Teluk Lamong tersebut dihadiri Ketua DPC APTRINDO Kota Surabaya I Wayan Sumadita, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David P. Sirait, Terminal Head TPK Teluk Lamong Pierre Rochel Tumbol, serta jajaran pengurus dan anggota APTRINDO Surabaya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pertemuan ini menjadi ruang komunikasi terbuka untuk membahas berbagai isu operasional yang menjadi perhatian pengguna jasa. Sejumlah topik yang dibahas antara lain pola kedatangan kendaraan, kepadatan arus truk pada periode tertentu, hingga langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kelancaran distribusi logistik di wilayah Jawa Timur.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menegaskan bahwa TTL terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan layanan terminal mampu mengakomodasi pertumbuhan arus logistik yang terus meningkat.

“APTRINDO merupakan mitra strategis dalam rantai pasok logistik nasional. Karena itu, masukan dari para pelaku usaha trucking menjadi bagian penting dalam evaluasi dan pengembangan layanan terminal. Kami percaya peningkatan kinerja logistik hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan komitmen bersama seluruh pihak dalam ekosistem pelabuhan,” ujar David.

Menurut David, dari sisi kapasitas, Terminal Petikemas Teluk Lamong masih memiliki ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan arus barang. Dengan kapasitas lapangan penumpukan mencapai 1,4 juta TEUs per tahun, didukung fasilitas gate modern dan peralatan bongkar muat berbasis otomasi, tantangan utama saat ini adalah menjaga distribusi kedatangan truk agar lebih merata sesuai kapasitas operasional terminal.

“Yang perlu kita kelola bersama bukan hanya kapasitas terminal, tetapi pola kedatangan kendaraan. Ketika sebagian besar truk datang pada slot waktu yang sama, maka potensi antrean akan meningkat meskipun kapasitas terminal masih tersedia. Karena itu, kedisiplinan terhadap jadwal kedatangan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran layanan,” tambahnya.

Read  Bank Indonesia Siapkan Rp24,6 Triliun Uang Layak Edar di Jatim untuk Ramadan dan Idulfitri 1447 H

Sebagai bagian dari transformasi operasional, TTL telah menerapkan Terminal Booking System (TBS) Stage 2 sejak Maret 2026. Sistem ini mengatur kedatangan kendaraan berdasarkan slot waktu operasional selama empat jam sehingga distribusi arus truk dapat lebih seimbang sepanjang hari.

Namun demikian, tingkat kepatuhan kedatangan sesuai slot yang telah dibooking saat ini masih berada di kisaran 33 persen. Sisanya masih datang lebih awal maupun lebih lambat dari jadwal yang dipilih, sehingga memicu penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu.

Karena itu, TTL bersama APTRINDO mendorong peningkatan disiplin operasional agar manfaat implementasi TBS dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh pengguna jasa. Melalui sistem tersebut, terminal dapat mengoptimalkan utilisasi peralatan, mengurangi antrean di area gate, meningkatkan produktivitas layanan, sekaligus memberikan kepastian waktu pelayanan.

Selain penerapan TBS, TTL juga menyediakan Green Shelter atau Waiting Area yang mampu menampung hingga 66 truk. Fasilitas ini berfungsi sebagai area tunggu yang nyaman bagi pengemudi sebelum memasuki terminal sesuai jadwal layanan, sekaligus membantu mengurangi kepadatan kendaraan di area operasional dan akses menuju terminal.

Ketua DPC APTRINDO Kota Surabaya, I Wayan Sumadita, mengapresiasi keterbukaan manajemen TTL dalam menerima masukan dan aspirasi dari para pelaku usaha transportasi logistik.

“Kami mengapresiasi kesempatan berdialog secara langsung dengan manajemen TTL. Komunikasi yang terbuka seperti ini sangat penting agar setiap tantangan operasional dapat dipahami dari berbagai sudut pandang dan dicarikan solusi terbaik secara bersama-sama,” kata Wayan.

Dalam forum tersebut, APTRINDO juga menyampaikan sejumlah masukan dari anggotanya. Beberapa di antaranya adalah usulan pengkajian jalur pelayanan khusus untuk kontainer reefer guna mempercepat layanan kargo berpendingin, pengembangan kapasitas buffer area di luar waiting area yang sudah ada untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, serta peningkatan koordinasi dengan perusahaan pelayaran domestik terkait ketersediaan kontainer best pick bagi pelanggan yang melakukan pengambilan petikemas kosong.

Read  KSOP Tanjung Perak–TTL Terapkan Skema Baru, Kapal Tak Perlu Lama Antre Sandar

Menanggapi hal tersebut, manajemen TTL menyatakan akan melakukan evaluasi lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan terkait. Setiap usulan akan dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek operasional, keselamatan, efisiensi layanan, dan manfaat bagi kelancaran rantai logistik secara keseluruhan.

Wayan menambahkan, APTRINDO siap mendukung berbagai kebijakan dan sistem operasional yang bertujuan meningkatkan efisiensi layanan terminal, termasuk mendorong kedisiplinan anggota dalam mengikuti jadwal operasional yang telah ditetapkan.

Senada dengan itu, perwakilan perusahaan transportasi logistik Bigtrans, Mila, menilai pelayanan Terminal Teluk Lamong terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.

“Secara umum pelayanan dan operasional di Terminal Teluk Lamong semakin baik dan semakin tertata. Kami juga mengapresiasi adanya ruang dialog seperti ini karena berbagai isu yang muncul di lapangan dapat dibahas secara terbuka dan konstruktif,” ujarnya.

Menurut Mila, perusahaan trucking juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung peningkatan kualitas layanan terminal melalui peningkatan disiplin operasional, penguatan kompetensi pengemudi, serta pengaturan jadwal pengiriman dan pengambilan petikemas agar distribusi kedatangan kendaraan menjadi lebih merata.

Melalui forum ini, TTL dan APTRINDO sepakat untuk terus memperkuat koordinasi, sosialisasi, dan komunikasi berkelanjutan guna menciptakan sistem logistik yang semakin efisien, andal, dan berdaya saing.

“Ke depan kami berharap sinergi yang telah terjalin ini dapat terus ditingkatkan. Efisiensi waktu pelayanan merupakan kebutuhan bersama dalam industri logistik, sehingga kolaborasi antara terminal dan pengguna jasa menjadi kunci untuk mewujudkan layanan yang semakin baik,” tutup Wayan. (VNL)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News