HeadlineNews

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Tembus USD 102 per Barel

213
×

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Tembus USD 102 per Barel

Share this article
Ilustrasi. Sebuah kilang minyak di Indonesia (Foto:Kementeian ESDM)

KABARENERGI.COM – Harga minyak dunia kembali bergerak menguat tajam pada perdagangan Selasa (24/3/2026). Kenaikan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan diplomatik antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan pihak Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD 91 per barel, naik sekitar 2,7% secara harian. Sementara itu, minyak mentah jenis Brent yang menjadi acuan internasional melonjak 2,5% ke level USD 102 per barel.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Perang Pernyataan Picu Ketidakpastian Pasar
Gejolak harga ini bermula dari klaim Presiden Donald Trump yang menyebut telah melakukan pembicaraan produktif dengan Iran dan sempat menyatakan penundaan serangan ke fasilitas energi negara tersebut. Namun, pihak Iran segera membantah klaim tersebut, yang langsung direspons pasar dengan aksi beli.

Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi tren kenaikan ini masih akan berlanjut sepanjang pekan ini akibat rusaknya sejumlah ladang minyak di kawasan Teluk dampak konflik AS-Israel dengan Iran.

“Saya melihat crude oil kemungkinan akan ditransaksikan di level support USD 93 per barel minggu depan. Sedangkan level resistansinya kemungkinan akan tembus USD 107 per barel,” ujar Ibrahim, Selasa (24/3).

Dampak Terhadap Harga Avtur dan Inflasi Global
Ibrahim memberikan catatan khusus pada harga minyak Brent yang diprediksi bisa menyentuh angka USD 110 hingga USD 116 per barel. Mengingat Iran adalah salah satu penghasil utama Brent crude oil yang digunakan sebagai bahan baku avtur, kenaikan ini berpotensi memicu efek domino.

“Kenaikan harganya akan berdampak pada lonjakan harga bahan bakar penerbangan, sehingga berpotensi memicu inflasi global,” tambahnya.

Read  Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo Terbaru September 2025: Naik Turun!

Efek Domino ke Mata Uang dan Emas
Kenaikan harga minyak yang berkelanjutan ini mulai menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga. Kondisi tersebut diprediksi akan membuat:

1. Dolar AS: Semakin menguat (Safe Haven).

2. Harga Emas: Berpotensi mengalami penurunan akibat penguatan greenback.

Para pelaku pasar kini terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah, mengingat kerusakan ladang minyak di kawasan Teluk dinilai bisa menyebabkan kenaikan harga yang bersifat lebih permanen. (WJH)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News