KABARENERGI.COM – Upaya menjaga kelestarian lingkungan kini semakin menemukan momentumnya seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara alam dan kehidupan manusia. Melalui program Hutan Lestari, Pertamina menunjukkan komitmennya dalam merawat bumi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
Program ini tidak sekadar berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi keseimbangan hidup yang menempatkan manusia sebagai bagian dari ekosistem yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Di Bali, tepatnya di kawasan lereng Gunung Agung, program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pasca Erupsi Gunung Agung 2017. Melalui konsep reforestasi, kawasan yang sebelumnya terdampak kini kembali hijau dan produktif.
Tak hanya itu, masyarakat sekitar juga merasakan dampak ekonomi yang signifikan. Pengembangan budidaya madu, pertanian, serta wisata berbasis alam menjadi sumber penghasilan baru yang berkelanjutan.
Semangat serupa juga terlihat di Lampung. Melalui pendampingan kelompok masyarakat, program Hutan Lestari mendorong transformasi dari aktivitas yang merusak hutan menjadi praktik budidaya yang ramah lingkungan.
Masyarakat tidak hanya menanam pohon, tetapi juga mengembangkan usaha produktif seperti pengolahan hasil hutan dan pemanfaatan limbah organik. Hasilnya, pendapatan warga meningkat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
Sementara itu, di kawasan pesisir Cilacap, rehabilitasi mangrove menjadi bukti nyata keberhasilan program ini. Kawasan yang dulunya rusak kini berubah menjadi ekosistem yang produktif sekaligus destinasi eduwisata.
Pemulihan mangrove tidak hanya melindungi garis pantai dari abrasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor wisata dan pembibitan tanaman.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa program Hutan Lestari merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan program ini terletak pada kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga.
Selain itu, program ini juga berkontribusi pada pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek ketahanan pangan, konsumsi berkelanjutan, dan aksi terhadap perubahan iklim.
Melalui Hutan Lestari, Pertamina membuktikan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab bersama, tetapi juga peluang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Harmoni antara alam dan manusia pun dapat terwujud, sekaligus menjadi fondasi bagi masa depan yang berkelanjutan. (SYM)



