HeadlineNews

Pertagas Bukukan Pertumbuhan 2025, Siap Genjot Infrastruktur Energi Nasional

332
×

Pertagas Bukukan Pertumbuhan 2025, Siap Genjot Infrastruktur Energi Nasional

Share this article
Pipa gas milik Pertagas (Foto: Pertamina)

KABARENERGI.COM – PT Pertamina Gas (Pertagas) mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pada seluruh lini bisnis utamanya. Peningkatan tersebut terlihat pada segmen transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi, hingga transportasi LPG.

Direktur Utama PT Pertamina Gas, Indra Sembiring, mengatakan capaian positif tersebut menunjukkan peran penting perusahaan sebagai penyedia infrastruktur energi di sektor midstream yang menghubungkan sumber produksi dengan pengguna akhir di berbagai sektor strategis.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Sepanjang 2025, lini bisnis transportasi gas mencatatkan volume penyaluran lebih dari 1.500 MMSCFD atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, transportasi minyak mencatat volume penyaluran lebih dari 174 ribu barel minyak per hari (BOPD), tumbuh sekitar 8 persen.

Pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 BBTUD atau meningkat sekitar 6 persen. Sedangkan produksi LPG juga mengalami pertumbuhan sekitar 5 persen dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025.

“Sebagai perusahaan infrastruktur midstream, Pertagas berkomitmen memastikan pasokan energi yang andal dari sumber produksi hingga ke berbagai sektor strategis nasional,” ujar Indra dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

Saat ini, layanan Pertagas telah menjangkau lebih dari 60 pelanggan industri strategis yang berasal dari sektor kelistrikan, petrokimia, oleochemical, hingga industri kaca. Selain itu, jaringan distribusi energi perusahaan juga tersambung dengan lebih dari 250 ribu rumah tangga serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Indra, distribusi energi yang efisien dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung operasional industri sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Dari sisi infrastruktur, Pertagas saat ini mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer serta pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605 kilometer. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi energi bagi berbagai sektor strategis nasional.

Read  Bidik Perluasan Market di Sulawesi, PGN Canangkan Pasok Gas di Kawasan Industri Mongondow

Secara keuangan, sepanjang 2025 Pertagas secara konsolidasi mencatat pendapatan sebesar 861,51 juta dolar AS. Kontribusi terbesar berasal dari bidang usaha transportasi dan niaga gas bumi serta transportasi minyak bumi.

EBITDA perusahaan tercatat sebesar 427,46 juta dolar AS atau meningkat 15,90 persen. Sementara itu, laba bersih juga mengalami kenaikan sebesar 21,43 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Memasuki 2026, Pertagas menargetkan peningkatan kinerja operasional pada sejumlah lini bisnis utama. Perusahaan menargetkan volume transportasi gas mencapai sekitar 1.600 MMSCFD dan transportasi minyak sebesar 175 ribu BOPD.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Pertagas merencanakan belanja modal (capex) sekitar 75 juta dolar AS pada tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur energi serta peningkatan keandalan jaringan di sejumlah wilayah operasi.

Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah pembangunan pipanisasi bahan bakar minyak (BBM) Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat sistem logistik energi, menurunkan biaya distribusi, serta mengurangi emisi transportasi darat di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

“Inisiatif strategis perusahaan pada 2026 difokuskan pada penguatan infrastruktur energi, peningkatan keandalan operasional, serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien,” ujar Indra.

Ke depan, Pertagas juga mendorong pengembangan peluang bisnis baru melalui peningkatan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG, penguatan efisiensi operasional rantai pasok, serta pengembangan energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. (AUW)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News