HeadlineNews

Dua Tanker Pertamina Bersandar di Selat Hormuz, RI Intensifkan Diplomasi

279
×

Dua Tanker Pertamina Bersandar di Selat Hormuz, RI Intensifkan Diplomasi

Share this article
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto dalam press briefing

KABARENERGI.COM – Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran tengah melakukan pendekatan diplomasi kepada pemerintah Iran menyusul tertahannya dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping di kawasan Selat Hormuz.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Santo Darmosumarto, mengatakan pembahasan terkait situasi tersebut sedang ditindaklanjuti oleh KBRI di Teheran melalui jalur diplomasi dengan pemerintah Iran.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Dapat disampaikan bahwa hal tersebut sedang di-follow up oleh teman-teman kita di KBRI di Teheran. Karena memang pembicaraannya harus dilakukan dengan pihak pemerintah Iran, oleh karena itu memang saat ini sedang dilakukan upaya diplomasi,” ujar Santo dalam press briefing di Ruang Palapa, Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Menurut Santo, komunikasi yang dilakukan tidak hanya melibatkan satu atau dua pihak saja, melainkan berbagai pemangku kepentingan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kedua kapal tanker milik Pertamina dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

“Tentunya pihak-pihak terkait tersebut tidak hanya satu ataupun dua pihak, tapi banyak pihak. Untuk memastikan kepentingan Indonesia terkait dengan Pertamina dapat terus diberikan pelindungan dari sisi dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi keamanan di kawasan tersebut masih belum sepenuhnya kondusif. Namun pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pemerintah Iran.

“Memang kondisinya secara umum masih belum kondusif di sana. Tapi, terus kita upayakan untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak pemerintah Iran,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa negaranya tidak menutup akses pelayaran di Selat Hormuz. Menurutnya, Iran hanya menerapkan protokol lalu lintas khusus di kawasan tersebut, terutama dalam situasi konflik.

Read  Gudang Garam Dikabarkan Lakukan PHK Massal, Menko Airlangga: Belum Ada Laporan Resmi

“Pihak-pihak yang memang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz. Selat Hormuz adalah tempat di mana Iran menyebarluaskan keamanan di sana sejak ratusan tahun yang lalu,” ujar Boroujerdi di sela kegiatan penandatanganan petisi dan doa bersama untuk mendiang Ayatollah Ali Khamenei di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menegaskan bahwa keamanan di Selat Hormuz harus berlaku bagi semua negara tanpa pengecualian.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut dua kapal tanker milik Pertamina saat ini bersandar di Selat Hormuz sebagai langkah antisipasi guna menghindari potensi risiko akibat meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel yang juga melibatkan dukungan dari Amerika Serikat. (EFV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News