KABARENERGI.COM – Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan solusi baru bagi pemudik yang menginginkan kenyamanan ekstra dengan harga yang tetap ramah di kantong. KAI resmi memperkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan, sebuah rangkaian hasil modifikasi inovatif yang siap memperkuat armada transportasi nasional.
Melansir informasi dari media sosial resmi @keretaapikita, Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan hasil transformasi dari kereta ekonomi pendingin udara (AC) generasi sebelumnya. Proses peremajaan ini digarap langsung oleh tangan-tangan terampil di Balai Yasa Manggarai dengan fokus utama pada peningkatan interior dan ergonomi penumpang.
Inovasi Interior: Nyaman Tanpa Harus Mahal
Meskipun hadir untuk kelas ekonomi, KAI melakukan perombakan signifikan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan jarak jauh. Berikut adalah sejumlah keunggulan yang ditawarkan Kereta Ekonomi Kerakyatan:
1. Kursi Ergonomis 3:2: Menggunakan konfigurasi tempat duduk 3:2 yang telah didesain ulang untuk mendukung postur tubuh. Inovasi ini bertujuan mengurangi rasa lelah bagi penumpang yang menempuh perjalanan berjam-jam.
2. Fitur Kursi Reversible: Berbeda dengan kelas ekonomi lama yang statis, kursi pada rangkaian ini kini dapat diatur arah hadapnya (reversible). Penumpang dapat menyesuaikan arah duduk sesuai laju kereta atau untuk keperluan berinteraksi dengan keluarga.
3. Kapasitas Optimal: Dalam satu gerbong tersedia 93 kursi. Jumlah ini diperhitungkan secara saksama untuk menjaga daya angkut massal namun tetap memberikan ruang gerak yang manusiawi.
4. Sentuhan Modern: Interior gerbong tampil lebih segar, bersih, dan modern, memberikan atmosfer yang jauh berbeda dibandingkan kelas ekonomi konvensional.
Strategi Harga: Di Antara Subsidi dan Reguler
PT KAI menempatkan Kereta Ekonomi Kerakyatan sebagai “jalan tengah” bagi masyarakat yang mencari keseimbangan antara harga dan fasilitas.
Secara skema tarif, layanan ini dipatok di atas harga kelas PSO (subsidi), namun tetap di bawah kelas Ekonomi Reguler. Strategi ini memberikan opsi perjalanan yang lebih berkualitas tanpa harus merogoh kocek sedalam kelas komersial murni.
“Kehadiran Kereta Ekonomi Kerakyatan pada Angkutan Lebaran 2026 menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi. Melalui hasil karya Balai Yasa Manggarai, kami memastikan mudik tahun ini lebih nyaman tanpa meninggalkan aspek keterjangkauan bagi masyarakat luas,” tulis pernyataan resmi KAI.
Kesiapan Angkutan Lebaran 2026
Rangkaian ini diproyeksikan mulai beroperasi penuh saat arus mudik dan balik Lebaran 2026 mendatang. Dengan hadirnya armada ini, KAI berharap dapat memecah kepadatan penumpang sekaligus meningkatkan standar layanan pada kelas ekonomi yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat saat hari raya. (MYF)



