Gas

Conrad Asia Energy Ltd. Alokasikan 29,5% Volume Penjualan Gas Blok Duyung untuk PGN

312
×

Conrad Asia Energy Ltd. Alokasikan 29,5% Volume Penjualan Gas Blok Duyung untuk PGN

Share this article

Kabarenergi.com, JAKARTA. Conrad Asia Energy Ltd. telah mengalokasikan 29,5% dari total volume penjualan gas Blok Duyung, Lapangan Mako untuk PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN). Alokasi ini sesuai dengan domestic market obligation (DMO) yang mewajibkan Conrad untuk menjual gas ke PGN dengan harga US$5,5 juta per british thermal unit (MMBtu).

Saat ini, Conrad bersama dengan PGN sedang dalam proses menyelesaikan perjanjian formal untuk melanjutkan amanat DMO dari revisi Plan of Development (PoD) Lapangan Mako. “Conrad telah membuat kemajuan yang solid untuk pengembangan Lapangan Mako pada kuartal ke-4 2023 meskipun menghadapi keterlambatan Final Investment Decision (FID) karena perpanjangan negosiasi dengan WNTS,” ungkap Managing Director dan CEO Conrad, Miltos Xynogalas, dalam keterangan resmi pada Minggu (4/2/2024).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Revisi PoD ini, yang telah ditandatangani oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada November 2022, meningkatkan contingent resources gas dari Lapangan Mako sebesar 458%, mencapai level 297 miliar kaki kubik pasca-suksesnya pengeboran appraisal tahun sebelumnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, belum memberikan konfirmasi lanjutan mengenai pengerjaan fasilitas pipa dari Blok Duyung untuk penyaluran gas ke industri domestik. Di sisi lain, Conrad juga masih bernegosiasi dengan SembCorp untuk menyelesaikan perjanjian jual beli gas (GSA) definitif, setelah perjanjian tidak mengikat ditandatangani akhir tahun lalu.

Negosiasi GSA mencakup rencana penjualan gas dari awal masa produksi hingga masa akhir kontrak Production Sharing Contract (PSC) di Blok Duyung yang berakhir pada 2037. Total volume penjualan gas mencapai 293 triliun british thermal unit (Tbtu), dengan potensi penambahan hingga mencapai 392 Tbtu. Penjualan gas akan mengikuti harga minyak mentah Brent.

Read  Pemerintah Mewajibkan Manajemen Energi untuk Sektor Tertentu Berdasarkan PP Nomor 33 Tahun 2023

Penyelesaian GSA dari Lapangan Mako menjadi krusial untuk Conrad terkait dengan kelanjutan divestasi atau farm-down sebagian hak partisipasi mereka di Blok Duyung di lepas pantai Cekungan Natuna Barat, Kepulauan Riau. Miltos menyatakan bahwa perusahaan masih berfokus untuk menyelesaikan ketentuan dalam negosiasi GSA kepada pembeli di Singapura, dengan target finalisasi pada akhir kuartal kedua 2024.

Conrad, melalui anak usahanya West Natuna Exploration Limited, memegang 76,5% hak partisipasi di Blok Duyung PSC bersama dengan Coro Energy Duyung (Singapura) Pte. Ltd (bagian dari Coro Energy Ltd yang terdaftar di London AIM, dengan 15% hak partisipasi) dan Empyrean Energy PLC (8,5% hak partisipasi), perusahaan yang didirikan di Inggris. (ind)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News